oleh

Walikota : “Kematian Unggas Masih Tunggu Hasil Lab”

walikota-kotamobagu-ir-hj-tatong-bara

KOTAMOBAGUPOST.COM –  Ratusan unggas teridiri dari itik dan ayam mati mendadak di kawasan Kotamobagu Barat dan sejumlah tempat lainnya di Kota Kotambagu, membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap virus flu burung.

Walikota Kotamobagu Ir Hj.Tatong Bara kepada wartawan baru-baru ini mengatakan, kematian ratusan unggas tersebut, saat ini masih sedang dalam uji laboratorium untuk memastikan apakah unggas yang mati itu, akibat virus H5N1 atau flu burung atau tidak.

“Kita masih akan menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah unggas mati akibat virus H5N1 atau negative,” kata Walikota KotamobaguIr Tatong Bara.

Sambil menunggu hasil uji laboratorium, dia mengaku telah memerintahkan kepada Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan virus flu burung.

Kepala Dinas Pertenakan Kota Kotamobagu Ir Hardi Mokodompit, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada. “Apabila ada unggas yang mati langsung dilaporkan. Kami dan dari Dinas Kesehatan akan langsung turun untuk melakukan penanganan darurat,” kata Hardi.

Diketahui, vuirus jenis H5N1 dikenal sebagai virus flu burung yang paling membahayakan yang telah menginfeksi baik manusia ataupun hewan. Virus yang juga dikenal dengan A (H5N1) ini merupakan virus epizootic (penyebab epidemik di mahluk non manusia) dan juga panzootic (yang dapat menginfeksi binatang dari berbagai spesies dari area yang sangat luas.

Virus HPAI A (H5N1) pertama kali diketahui membunuh sekawanan ayam di Skotlandia pada tahun 1959, namun virus yang muncul pada saat itu sangat berbeda dengan virus H5N1 pada saat ini. Jenis dominan dari virus H5N1 yang muncul pada tahun 2004 berevolusi dari virus yang muncul pada tahun 2002 yang menciptakan gen tipe Z.

Virus H5N1 dibagi menjadi 2 jenis turunan, turunan yang pertama adalah virus yang menginfeksi manusia dan burung yang ada di Vietnam, Thailand, Kamboja dan burung yang ada di Laos dan Malaysia. Jenis turunan pertama ini tidak menyebar ke daerah lain.

Sedangkan yang turunan jenis 2 dikenali dari burung yang ada di China, Indonesia, Jepang, dan Korea Utara yang kemudian menyebar ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika. Virus jenis turunan ke 2 ini adalah virus yang menjadi penyebab infeksi ke manusia yang terjadi dalam kurun waktu 2005-2006 di berbagai Negara. Analisa genetik yang telah dilakukan membuktikan bahwa ada 6 jenis subklas dari turunan jenis ke 2, yang 3 diantaranya tersebar dan menginfeksi manusia di Negara-negara berikut ini : Indonesia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika dan China (audy/dreamwordpress/bmc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.