Pasar 23 Maret, Sentra Perdagangan Rempah-rempah di Kotamobagu

PASAR 23 MARET KOTAMOBAGU :  masih jadi sentra perdagangan rempah rempah (foto : KPC)

KOTAMOBAGU POST – Topografi Kota Kotamobagu sangat potensial memberikan peluang kemudahan bagi masyarakat pedagang untuk melakukan perdagangan berbagai bahan pangan, terlebih khususnya rempah-rempah.

Tak heran, lokasi Pasar 23 Maret yang terletak di Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat itu, memang menjadi sentra perdagangan rempah-rempah.

Rempah-rempah jenis Batang Bawang, atau Bawang Merah dan Bawang Putih, umumnya dipasok dari kawasan Kecamatan Modoinding Kecamatan Minahasa Selatan dan Moat, Bongkudai kecamatan Moat Kabupate Boltim.

Informasi dirangkum, setiap harinya puluhan mobil pick up dan truck, memasok rempah-rempah dari dua kawasan Kabupaten tetanggga Kota Kotamobagu itu.

“Pasar 23 Maret memang dari dulunya sudah menjadi area transit perdagangan rempah-rempah. Contohnya batang bawang dipasarkan dulu berpusat di Pasar 23 Maret, kemudian pedagang lainnya membeli dan menjual lagi di pasar-pasar lainnya,” kata seorang pedagang yang tengah menurunkan batang bawang dari mobilnya.

Sejumlah warga Kotamobagu yang ditemui di Pasar 23 Maret, Kamis, (21/03/2019) menyatakan, jika ingin membeli rempah-rempah harga terjangkau, maka datang membeli di Pasar 23 Maret.

“Harga Batang Bawang di Pasar 23 Maret, memang variatif. Namun rata-rata per bal-nya masih dijual mulai harga Rp15-20 ribu. Contoh kalau beli di Pasar Serasi Kotamobagu atau Pasar lainnya, satu Bal harganya sudah naik diatas Rp25 ribu,” kata seorang pedagang di lokasi Pasar 23 Maret. (audie kerap)

Kategori: Breaking News, KotamobaguTag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pasar 23 Maret, Sentra Perdagangan Rempah-rempah di Kotamobagu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.