Terdampak Covid 19, Pujianty Cari Nafkah Berjualan Buah Langsat Depan Gedung Bobakidan 

Pujianty wanita tercatat warga Kelurahan Mogolaing memilih jualan buah duku dan langsat dipinggiran jalan demi memenuhi biaya hidup keluarganya (foto : KPC/April/2020)

KOTAMOBAGU POST – Pujianty (45) adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak, yang akibat dampak wabah Corona memilih jualan buah Duku dan Langsat di pusat Kota Kotamobagu.

Hampir dua bulan Pujianty bersama anak perempuannya memilih berjualan duku di simpang empat, depan Gedung Bobakidan, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.

“Lumayan pak, keuntungan dari penjualan buah duku dan buah langsat ini, cukup untuk belanja nafkahi hidup kami sekeluarga,” kata Pujianty, disambangi Kotamobagu Post, di ruas jalan samping Dinas Perhubungan, Kota Kotamobagu,

Pujianty mengaku, dia dan suaminya tercatat warga Kelurahan Mogolaing lorong Maimosa dan akibat dampak Covid 19, membuat suaminya sangat jarang lagi dapat pekerjaan sebagai buruh.

“Syukurlah pak, daya beli masyarakat Kotamobagu untuk buah-buahan, memang lumayan tinggi. Jadi seharinya kadang laku 10 piring sampai 15 piring buah langsat,” terangnya.

Menurut Pujianty, sepiring buah langsat dijual seharga Rp10 ribu dan langsat dia beli dengan system borong di pasar 23 Maret dari para pedagang inde-inde.

“Setiap pagi saya di pasar 23 Maret dan membeli buah langsat dari inde-inde dan saya jual lagi di ruas jalan ini,” tambahnya. (audie kerap)

Kategori: KotamobaguTag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Terdampak Covid 19, Pujianty Cari Nafkah Berjualan Buah Langsat Depan Gedung Bobakidan "

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.