Produksi Ayam Daging di Kotamobagu, Mampu Menjawab Kebutuhan Daging Masyarakat 

Produksi Lokal Ayam Daging masih mampu menjawab kebutuhan protein warga Kotamobagu

KOTAMOBAGU POST – Ayam broiler atau yang disebut juga ayam ras pedaging adalah jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas daging yang tinggi, masih terus dipertahankan oleh peternak warga Kota Kotamobagu.

Tak heran, meski melonjaknya harga ayam daging seiring naiknya kebutuhan pada momen hari-hari besar keagamaan, namun kebutuhan konsumsi daging warga Kotamobagu, masih mampu dijawab oleh para produsen ayam daging.

Lihat saja, jelang jelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018,  harga Daging Ayam di Pasar 23 Maret dan Pasar Serasi terus melonjak naik.

Sebelumnya harga Rp45-55 ribu per ekor, namun telah melonjak tajam hingga Rp65 untuk ukuran ayam besar dan Rp60 ribu ukuran ayam sedang.

Seorang penjual daging ayam di Pasar Serasi Kotamobagu, sebut saja bernama Abdul Kadir Sumual (32) mengakui lonjakan harga disebabkan tingginya permintaan konsumen terhadap kebutuhan ayam daging, sehingga tingkat pembelian mereka kepada pemilik peternakan, juga naik harganya.

“Meski harga ayam daging naik, namun tetap mempengaruhi nilai beli warga. Biasanya dalams sehari sekitar 50 sampai 60 ekor, namun dengan naiknya harga ayam perekor, justeru nilai jula kami turun,” katanya.

Kepala Dinas Perdagang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop-UKM), Drs Herman Aray, mengatakan, naiknya harga daging ayam broiler dipasaran dikarenakan naik juga tingkat kebutuhan akan daging. (kifli/ tim kpc)

Kategori: KotamobaguTag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Produksi Ayam Daging di Kotamobagu, Mampu Menjawab Kebutuhan Daging Masyarakat "

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.