Tag : UKIT Tomohon

Kronologi Kebakaran Asrama Mahasiswa Papua di UKIT Tomohon

Kronologi Kebakaran Asrama Mahasiswa Papua di UKIT Tomohon

Asrama Mahasiswa Papua, UKIT Tomohon saat terbakar (foto : istimewa/KPC/2019)

KOTAMOBAGU POST, MANADO – Sebuah bangunan asrama Papua yang terletak di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) terbakar, Minggu (20/10/2019).

Peristiwa yang terjadi kira-kira pukul 10.00 WITA itu, diduga api berasal dari salah satu kamar mahasiswa bernama Noval  Ram Man Dibodibo asal Biak, yang saat itu berada dalam kamarnya.

Mahasiswa Papua yang tinggal saat itu sebanyak 15 orang, dan saat kejadian ada enam orang yang tinggal, dan lainnya sementara ke gereja.

Sebanyak tujuh unit pemadam kebakaran berada di lokasi kebakaran, dan api sudah berhasil dijinakkan.

Kabid Humas Polda Sulut saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

“Memang betul ada kebakaran asrama Papua, saat ini Polisi sudah turun ke TKP dan melakukan investigasi penyebab kebakaran,” ujar Kabid.

Dijelaskan oleh Kabid kronologi kejadian berawal  ketika Noval saat itu sedang bermain-main korek serta membakar kertas dan tidak sengaja jatuh ke busa tempat tidur, yang akhirnya membakar seluruh kamar. Karena takut, ia akhirnya meninggalkan kamarnya yang sedang terbakar.

“Kita saat ini sedang mendalami apakah kebakaran ini disengaja oleh Noval atau karena kelalaiannya,” ujar Kabid.

Untuk menampung para penghuni asrama, pihak Polres dan Walikota Tomohon sudah berkoordinasi untuk menyiapkan tempat sementara.

Atas peristiwa ini Polda Sulut telah menetapkan seorang tersangka bernitial Novel yang juga Mahasiswa UKIT Tomohon yang diduga bermain korek api di kamarnya, berakibat api merembet ke busa tempat tidur dan membakar asrama Mahasiswa Papua di Tomohon. (hpd/audie kerap)

Polda Sulut : “Kebakaran Asrama Papua di Tomohon, Murni Karena Keteledoran Mahasiswa Asal Papua Main Korek Api”

Polda Sulut : “Kebakaran Asrama Papua di Tomohon, Murni Karena Keteledoran Mahasiswa Asal Papua Main Korek Api”

Tersangka Novel, Lelaki asal Biak Papua tercatat Mahasiswa UKIT saat memberikan keterangan dihadapan Kapolda Sulut dan Walikota Tomohon, dirinya bermain korek api dikamar asrama membuat Asrama Papua di Tomohon Terbakar (foto : istimewa HPS/KPC 2019)

KOTAMOBAGU POST, MANADO, – Asrama Mahasiswa Papua Kamasan VIII yang terletak di Kelurahan Talete Dua Lingkungan 3, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, terbakar pada Minggu (20/10/2019), sekitar pukul 10.00 WITA.

Kejadian tersebut mengundang perhatian serius Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto.

Sempat beredar informasi simpang siur terkait kejadian tersebut, maka Kapolda didampingi para Pejabat Utama, di antaranya Dirreskrimum, Dirintelkam dan Kabid Humas langsung menyambangi Mapolres Tomohon untuk memperoleh informasi pasti kejadian, Minggu sore.

Di Mapolres, Kapolda bertemu langsung dengan Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait dan tersangka pembakaran, NRM alias Novel (21). Turut hadir saat itu, Walikota Tomohon Jimmy Eman.

Di hadapan Kapolda dan Walikota, Novel mengatakan bahwa ia juga kaget bisa terjadi kebakaran di asrama yang dihuninya. Iapun bercerita terkait kebakaran asrama tersebut. Saat di kamar sendirian, ia sengaja bermain api.

“Pas cuma main-main, pas bakar kertas biasa, pas mau kontak macis langsung terbakar. Pas mau buang langsung kena busa, busa langsung terbakar tiba-tiba mau padam, takut, jadi langsung keluar. Dapa dengar kebakaran, sudah samua langsung lari keluar,” ujar Novel dengan dialek Papuanya.

Saat itu katanya ada yang mau coba padamkan api, namun karena api terlanjur membesar akhirnya semua lari keluar bangunan.

Noval Ram Man Dibodibo sendiri merupakan salah satu mahasiswa UKIT Tomohon jurusan arsitek, yang masuk tahun 2018.

Saat ditanya bagaimana suasana Kampus dan Kota Tomohon, lelaki asal Biak Papua ini menjawab bahwa di Kampus ia tidak aktif belajar, dan ia hanya sering pulang ke asrama. Iapun mengakui jika hidup di Kota Bunga Tomohon itu enak. “Enak hidup di Sulawesi Utara, Tomohon, Minahasa, orangnya baik-baik, ramah-ramah,” katanya.

Sementara itu Kapolda Sulut saat wawancara wartawan mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian ini menjadi pembelajaran bagaimana cara mengelola keamanan, jangan sampai kejadian ini terulang lagi.

“Saya lebih memprioritaskan tadi dengan Walikota Bagaimana membantu mahasiswa, adik-adik kita ini untuk mendapatkan penampungan sementara, mengingat mereka harus melanjutkan kuliah atau belajarnya. Kita juga meminta kepada Pemda untuk berkoordinsi dengan Pemda Papua untuk merenovasi atau merehabilitasi asrama Papua yang terbakar ini supaya cepat dipergunakan lagi,” tandas Kapolda.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan bahwa kejadian ini murni kecerobohan dari salah satu mahasiswa penghuni asrama Papua.

“Kita berharap adik-adik mahasiswa ini secepatnya bisa kembali berkonsentrasi dalam belajar,” singkatnya. (hmp/audie kerap)