Warga Genggulang Ini Lestarikan Sinandoi Bebek, Masakan Tradisional Suku Mongondow

Sinandoi Bebek yang dimasak dalam bambu dan dipanaskan dengan api kurun 4 jam

KOTAMOBAGU POST – Seorang warga Genggulang  Abraham Potabuga,  Kecamatan Kotamobagu Utara terus melestarikan makanan tradisional suku Mongondow, yakni Sinandoi Bebek.

Selain Sinandoi Bebek, makanan khas Suku Mongondow ini juga ada Sinandoi Daging Ayam, Sinandoi daging Sapi dan Sinandoi Ikan Belut.

Menurut Potabuga, makanan khas tradisional Sinandoi yang dikenal di daerah contohnya Sinandoi  Bebek dengan menggunakan bambu dan dicampur dengan berbagai  rempah- seperti cabai, bawang merah bawang batang, skulaci, kemiri, pondan, kunyit, sereh, jahe, digoreng menggunakan minyak kelapa.

“Setelah semua bumbu ini di racik dalam satu resep, kemudian dimasukan dalam bambu muda lalu dimulailah proses memasak dengan cara dibakar selama kurang lebih empat jam,” ujarnya.

Dikatakan, masakan tradisional dibakar dalam bambu ini biasa disebut orang Mongodow dengan nama Sinandoi Bebek.

“Di Kotamobagu sendiri, masakan ini biasanya paling banyak digemari para kaula muda dan biasanya disajikan saat lebaran Idul Fitri, maupun hajatan keluarga, bahkan ada rumah makan yang special menyajikan menu ini,” terangnya. (wan/kpc)

Kategori: KotamobaguTag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Warga Genggulang Ini Lestarikan Sinandoi Bebek, Masakan Tradisional Suku Mongondow"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.