Ibu Janda Salma Pakaya, 6 Tahun Jualan Es Cukur di Terminal Serasi 

Salma Pakaya sudah 6 tahun jualan es cukur di Terminal Serasi Kotamobagu (foto : audie kerap)

KOTAMOBAGU POST – Kota Kotamobagu memang jadi tempat warga luar daerah menggantungkan hidup dengan bebagai usaha binis kuliner.

Lihat saja Salma Pakaya yang lebih dari 15 tahun menggantungkan hidup dirinya dan 4 anaknya dari hasil jualan Es Cukur, di pelataran Terminal Serasi Kotamobagu.

Salma Pakaya, sebelumnya warga Provinsi Gorontalo yang kini telah pindah menjadi warga Kota Kotamobagu Provinsi Sulut, hingga kini (19/03/2020), masih terus menggantungkan nafkah bagi anak-anaknya dari hasil jualan es cukur.

“6 Tahun saya jualan Es Cukur di Terminal Serasi, hampir 20 tahun saya jualan es cukur. Memang sebelumnya jualan di pinggir jalan dan sempat ditindak oleh Polisi Pamong Praja,” kata Salma Pakaya, sambil melayani pembeli.

Karena suaminya sudah lama meninggal dunia, sehingga dia membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya dari hasil omset jualan Es Cukur di Terminal Serasi, Kelurahan Gogagoman.

‘Selai Es Cukur, saya juga menjual kue martabak. Satu porsi es cukur lima ribu rupiah, lumayan setiap hari cukuplah untuk membiayai hidup saya dan anak-anak,” tambah Salam Pakaya. (audie kerap)

Kategori: KotamobaguTag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ibu Janda Salma Pakaya, 6 Tahun Jualan Es Cukur di Terminal Serasi "

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.