Sekda Kotamobagu Prihatin Rendahnya Kunjungan Dinkes ke Posyandu dalam Upaya Penanggulangan Stunting

Kotamobagu429 Dilihat

KOTAMOBAGU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, mengungkapkan keprihatinannya terkait rendahnya persentase kunjungan Dinas Kesehatan ke Posyandu dalam upaya penanggulangan stunting di wilayah Kota Kotamobagu.

Hal ini disampaikan oleh Sofyan pada acara Diseminasi dan Rencana Tindak Lanjut Hasil Kajian dan Analisa Kasus Stunting tahun 2023 yang berlangsung di Hotel Sutan Raja Kotamobagu pada Kamis, 2 November 2023.

Sofyan mengungkapkan kekecewaannya terhadap capaian kunjungan ke Posyandu oleh Dinas Kesehatan yang hanya mencapai sekitar 40 persen.

Menurutnya, angka ini sangat rendah, dan Pemerintah seharusnya memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan tingkat 100 persen.

Sofyan menyatakan bahwa rendahnya kunjungan ke Posyandu merupakan masalah serius yang memerlukan upaya lebih untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Persentase capaian kunjungan ke Posyandu oleh Dinas Kesehatan baru 40 persen lebih, ini sangat rendah. Ada apa ini? Pemerintah wajib memberikan akses pelayanan terhadap masyarakat dalam berbagai bidang itu 100 persen harusnya. Kalau capaian layanan kita baru 40an persen ini masih sangat jauh. bagaimana percepatan penanganan stunting bisa teratasi kalau kunjungan ke Posyandu saja masih sangat rendah. Ini masalah yang serius sehingga perlu upaya lebih untuk meningkatkan kunjungan ini,” tegas Sofyan.

Sofyan menekankan bahwa upaya keras dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah diperlukan untuk mencapai target tersebut.

Sofyan juga mencatat bahwa data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) di Kota Kotamobagu mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Data e-PPGBM ini merupakan data yang sangat akurat karena mencatat identitas dan alamat secara spesifik, sehingga memudahkan dalam melakukan intervensi penanggulangan stunting.

Sofyan mengapresiasi kerja keras berbagai pihak dalam pengukuran terhadap sasaran balita. Hingga bulan Agustus 2023, sudah mencapai 89,4 persen. Sofyan berharap agar data ini terus dimonitor dan dievaluasi agar pola intervensi dapat tepat sasaran.

Pada akhirnya, Sofyan juga mengajak para camat, lurah, dan sangadi untuk proaktif bekerja sama dalam penanganan stunting di wilayah masing-masing.

Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat membantu mencapai target penanggulangan stunting yang telah ditetapkan pemerintah pusat.***