SPBU 74.95724 Kotobangon Jadi Pusat ‘Tampa Ba Tap’

Headline, Kotamobagu41 Dilihat

KOTAMOBAGU POST – Sebutan ‘Tampa Ba Tap’ adalajh istilah masyarakat yang sering disematkan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU yang sengaja melakukan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara illegal yang bekerja sama terlibat penimbunan BBM dengan para mafia untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Tak terkecuali SPBU 74.95724 Kotobangon yang di waktu lampau sebelumnya, pernah diributkan diduga terlibat penjualan BBM Bersubsidi Jenis Solar kepada mafia pelaku pertambangan emas tanpa ijin (Peti) di kawasan Bolmong Raya itu, kali ini SPBU 74.95724 Kotobangon mendapatkan istilah sebagai SPBU pusat ‘Tampa Ba Tap’ jenis BBM Petralite.

Hak ini sesuai hasil Investigasi Kotamobagu Post kurun 3 bulan terakhir, berhasil mendokumentasikan puluhan sepeda motor bolak-balik mencapai ratusan itu, semuanya memiliki tanki pengisian pertalite antara 24-25 liter, tiap harinya antri mengisi petralite di SPBU 74.95724 Kotobangon.

Sepeda motor diduga bodong karena umumnya tidak memiliki plat nomor polisi itu, terlihat bebas-bebas saja dan  berbaris serta bolak-balik dalam sehari bervariasi antara 15 sampai 20 kali mengisi petralite yang dilayani oleh petugas SPBU 74.95724 Kotobangon, bahkan diduga ribuan liter pertalite tiap hari sengaja disuplai secara ilegal melalui tanki motor-motor bodong tersebut.

Adapun para sopir motor tukang ‘ba tap’ dalam sehari terlihat puluhan kali bolak-balik mengisi pertalite dan bahkan terlihat sangat akrab dengan petugas SPBU 74.95724 Kotobangon.

Siklus pengisian pertalite secara illegal di SPBU 74.95724 Kotobangon dan sudah sangat meresahkan masyarakat sesuai info dirangkum media ini sudah berlangsung bertahun-tahun terakhir.

Jangan heran bila antrean motor di SPBU Kotobangon setiap harinya pasti meluber hingga ke jalan protocol dan sangat menganggu serta membahayakan arus lalulintas di Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara.

“Ada puluhan motor yang setiap hari bolak-balik mengisi pertalite dengan tanki 25 liter, baru habis mengisi hanya 5 menit kemudian puluhan motor tanpa plat nomor polisi itu sudah antre lagi. Ini yang jadi penyebab mengapa antrean setiap hari terjadi dan motor sampai meluber ke jalan raya,” ungkap sejumlah warga dilokasi SPBU 74.95724 Kotobangon, Senin (01/05/2023).

Hingga berita ini diturunkan, owner SPBU 74.95724 Kotobangon belum berhasil di konfirmasi wartawan media ini. (audie kerap)