Ini Bukti SPBU 74.95724 Kotobangon Jual BBM Secara Ilegal

Headline, Kotamobagu496 Dilihat

KOTAMOBAGU POST – Media ini berhasil mengumpulkan bukti bahwa managemen SPBU 74.95724 Kotobangon, terlibat skandal  penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara illegal alias menjual BBM kepada mafia penimbun.

Hasil investigasi wartawan media ini, skandal penjualan BBM secara illegal kepada puluhan kendaraan yang tanki BBM sudah dimodifikasi, yakni dengan mengatur kepada petugas atau pegawainya melayani pengisian BBM kepada kendaraan yang umumnya tidak memiliki nomor polisi alias motor bodong.

Adapun jumlah motor ‘bodong’ dengan tanki yang sudah dimodifikasi dan mampu menampung sebanyak 24 hingga 25 liter BBM itu, diperkirakan lebih dari 20 motor setiap hari bolak-balik  secara bebas mengisi BBM di SPBU 74.95724 Kotobangon.

Tindakan mereka lakukan yang diaminkan oleh petugas berseragam SPBU Kotongan itu, dengan tidak mempedulikan lagi terjadinya antrean panjang kendaraan hingga meluber sampai kejalan raya dan mengganggu arus lalulintas.

Adapun petugas atau pegawai SPBU 74.95724 Kotobangon saat mengisi BBM jenis pertalite pada motor-motor bodang itu, yakni dengan memprogram sebanyak 3 kali di mesih BBM itu.

Untuk satu unit motor bodong dengan tanki 24 liter, terlihat si pegawai dengan seragam SPBU 74.95724 Kotobangon memprogram 9 liter. Setelah Sembilan liter selesai diisi, kemudian dilanjutkan memprogram 9 liter lagi untuk kedua kalinya, dan terkahir memprogram 6 liter. Ini dilakukan pengisian selama tiga kali untuk satu unit sepeda motor dengan tanki BBM dengan toral 24 liter.

Bahkan terlihat ada beberapa pengendara motor bodong yang terlihat sangat akrab bercakap-cakap dengan petugas SPBU yang melayani dan saat si petugas menuju kotak tempat uang disampingnya, beberapa oknum pemilik motor bodong yang langsung memenjet mesin di SPBU.

Mereka bahkan sangat berani melakukan pemograman sendiri mesin pengisi BBM dan mengarahkan selang BBM ke motor bodong mereka untuk mengisi pertalite.

Diduga skandal pengisian 24 liter dalam 3 kali program untuk satu unit motor sengaja dilakukan oleh petugas SPBU 74.95724 Kotobangon adalah untuk mengelabui, seolah-olah ada tiga unit motor yang mereka layani.

“Permainan petugas SPBU tidak mungkin tidak diketahui oleh managemen SPBU 74.95724 Kotobangon, karena hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun. SPBU 74.95724 Kotobangon sudah bukan rahasia umum lagi, semua warga yang mengisi bbm di Bukti SPBU 74.95724 Kotobangon tahu persis permainan itu. Dalam sehari diperkirakan diatas angka 2000 liter yang dijual secara illegal kepada tukang tadah dan pertalite diduga dijual secara gelap untuk aktifitas tambang illegal serta ditimbun untuk dijual eceran dengan harga Rp12 ribu hingga Rp13 ribu,” kata sumber warga di sekitar SPBU Kotobangon.

Puluhan motor bodong dengan tanki 24 hingga 25 liter itu, diduga milik sejumlah mafia penimbun BBM yang sehabis melakukan pengisian di SPBU Kotobangon kemudian dibawah dan ditimbun di dekat SPBU, usai itu langsung melakukan antri lagi untuk mengisi pertalite.

Dalam sehari, puluhan motor bodong dengan tanki rakitan itu melakukan pengisiandi perkirakan hingga 20 kali bolak-balik di SPBU Kotobangon.

“Mulai dari pagi hari saat SPBU Kotobangon dibuka, puluhan motor dengan tanki 24 sampai 25 liter sudah antri dan mengisi pertalite. Usai mengisi mereka bawa dan menimbun pertalite itu dan hanya berkisar 10 menit mereka sudah antri lagi. Bahkan ada satu orang membawa dua unit motor untuk mengisi di SPBU Kotobangon. Para pelaku ini adalah orang-orang itu-itu juga yang kami duga sudah bekerja sama dengan petugas SPBU Kotobangon,” kata sumber warga disekitar SPBU pada media ini, Minggu (30/04/2023).

Sementara itu, seorang sumber lain mengatakan ada juga sejumlah kendaraan roda empat yang memiliki tanki sudah dirakit alias dimodifikasi hingga ratusan liter sering bolak-balik melakukan pengisian secara illegal di SPBU Kotobangon.

“Saya pernah melihat langsung ada mobil Avansa yang mengisi pertalite di SPBU Kotobangon dan membayar sebanyak Rp1.750.000. coba bayangkan berapa liter yang diisi di mobil avansa itu. Tanki mobil avansa itu diduga telah dimodifikasi atau sudah dirakit,” kata sumber yang juga journalist di Kota Kotamobagu.

Pantauan media ini, akibat dugaan skandal penjualan BBM secarta ilegal tersebut, hampir setiap hari terjadi antrean kendaraan di SPBU Kotobangon. Antrean hingga menutupi setengah badan jalan, seperti yang terjadi hari ini Selasa (02/05/2023), dimana jalan protocol depan SPBU Kotobangon, terjadi antrean terlihat motor dan mobil menutupi setengah badan jalan. (audie kerap)