Hadiri Perayaan Adat Tulude di Desa Tiberias, Bupati Limi Mokodompit Sampaikan Hal Ini

Bolmong285 Dilihat

BOLMONG – Pejabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow Ir Limi Mokodompit MM menghadiriperayaan Adat Tulude di Desa Tiberias, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Sabtu,(4/02/2023).

Perayaan syukuran tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Jemaat GMIBM Bethesda Tiberias tersebut digelar di Lapangan Apolo Desa Tiberias.

Perayaan Adat Tulude ini sendiri, merupakan upacara adat tahunan yang diwariskan dari para leluhur masyarakat Nusa Utara (kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Limi Mokodompit menyebut perayaan adat Tulude ini dapat memberikan makna yang mendalam untuk diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.

“Di mana, khususnya masyarakat Kabupaten Bolmong yang sangat menjunjung tinggi falsafah leluhur “Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban” yang mempunyai arti makna hubungan timbal balik untuk saling memperbaiki, saling menyayangi dan saling mengasihi,” ucapnya

Limi mengibaratkan wilayah Kecamatan Poigar adalah salah satu baromoter kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Bolmong yang sudah menjadi satu kesatuan.

Karena di Kecamatan Poigar, didalamnya ada tiga etnis suku besar yang hidup berdampingan, antara lain etnis Mongondow, Minahasa dan Nusa Utara.

“Sehingga itu, momentum Tulude yang telah dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat etnis Sangihe dan Talaud di Kabupaten Bolmong, untuk tetap terus dilestarikan dan dijaga,” ujarnya

Terlebih lagi, kata Bupati Limi, tidak mungkin dihilangkan dan dilupakan oleh generasi manapun dari etnis Nusa Utara.

Bahkan tradisi Adat Tulude ini, bukan saja diterima sebagai milik masyarakat Nusa Utara, namun telah diterima sebagai suatu tradisi budaya masyarakat Sulawesi Utara khususnya, dan budaya bangsa Indonesia pada umumnya.

“Sebab, di mana ada komunitas masyarakat etnis Nusa Utara, pasti di sana ada perayaan Adat Tulude,” sebut Bupati.

Bupati menilai, Tulude juga bisa dijadikan sebagai senjata untuk menangkal trend globalisasi dan modorenisasi di era saat ini.

Apa lagi, dirinya ikut prihatin, saat ini generasi muda semakin jauh dari warisan budaya lokal yang merupakan kekayaan bangsa kita sejak dahulu kala.

“Sehingga itu, Adat Tulude ini diharapkan terus dilestarikan dan di jaga, untuk generasi kita di masa yang akan datang,” harapnya. (*/Cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.