oleh

Marak Pertambangan Emas Ilegal Pinggir Jalan Trans Sulawesi Desa Lobong, Kabupaten Bolmong

KOTAMOBAGU POST – Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Peti) tanya hanya marak di Taman Nasional dan Hutan Lindung di Kabupaten Bolmong, namun dipemukiman warga dekat Jalan Raya Trans Sulawesi, juga ikut dipreteli.

Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin ini di wilayah hukum Polres Kotamobagu ini terjadi di Desa Lobong Kecamatan Passi Barat, Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya hanya sekira 10 atau 20 meter jaraknya dari Jalan Trans Sulawesi.

Akitifitas pertambangan emas illegal ini sesuai data dihimpun tim Kotamobagu Post, sudah dilakukan sejak awal tahun 2021.

Puluhan ribu karung material tanah yang mengandung emas, sudah dikeluarkan dari puluhan lobang-lobang yang digali penambang, yang dengan mudah bisa dilihat aktifitas mereka saat berkendara di Jalan Trans Sulawesi.

Aktifitas pertambangan ini, juga dilakukan dengan cara mengangkut ribuan material tanah dalam kendaraan truck, kemudian diangkut dan dibawa ke tempat lain untuk pengolahan penyiraman.

Beberapa kali Kotamobagu Post memergoki sejumlah lelaki tengah mengangkut material tanah dalam karung dan dimuat di mobil truck, dimana aktifitas ini dilakukan pada malam hari untuk menghindari pengawasan aparat.

Namun demikian, masih ada pengusaha yang nekad melakukan pengolahan bak rendaman penyiraman emas dengan menggunakan Bahan Beracun, Zianida atau CN.

Bak penyiraman ini anehnya hanya disamping rumah penduduk yang tak jauh dari Jalan Trans Sulawesi.

Selain itu juga, di Desa Lobong yang dikenal dengan produksi pertanian berupa Buah Nenas, juga sudah berdiri mesin tromol pengolahan emas dengan menggunakan Merkuri atau biasa disebut Air Perak.

Mesin tromol ini sudah beroperasi sejak sekira 5 bulan terkahir dan diduga kuat beroperasinya bak penyiraman dan mesin tromol di Desa Lobong diduga kuat diback oleh oknum aparat Pemerintah Desa Lobong. (tim kpc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed