oleh

Bupati dan Walikota di BMR Bertanggungjawab Anggarkan di APBD Biaya Diklat Calon Pekerja Migran

KOTAMOBAGU POST – Pemerintah Daerah di Bolmong Raya diimbau agar sedapat mungkin menganggarkan biaya pelatihan pekerja migran, sesuai amanah UU nomor 18 tahun 2017.

Imbauan ini disampaikan oleh tokoh legislative Herry Frangky Coloay, kepada wartawan, Kamis (24/11/2021).

“Jelas sekali bahwa sesuai UU 18 Tahun 2017, pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran merupakan tugas dan tanggung jawab dari pemerintah daerah,” tegas Coloay.

Dengan penganggaran tersebut kata Coloay, maka peluang kerja putra-putri dari Bolmong Raya  akan sangat terbuka lebar menjadi pekerja migran Indonesia dan akan memberikan sumbangsi devisa bagi Negara.

“Remitansi yang mereka kirimkan ke kampung halamannya di Indonesia dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu saya menghimbau agar pemerintah daerah Kota Kotamobagu dapat segera menganggarkan biaya pendidikan dan pelatihan untuk calon pekerja migran pada APBD tahun depan” ajaknya.

Menurut Herry, beberapa Pemda Kab/Kota di Sulut sudah menganggarkan biaya pendidikan dan pelatihan dalam APBD tahun depan.

“Setahu saya di Sulawesi Utara sudah ada beberapa kabupaten/kota yang sudah menganggarkan pendidikan dan pelatihan untuk calon pekerja migran Indonesia yang berasal dari daerahnya. Bahkan sudah MoU dengan BP2MI dan beberapa lembaga pelatihan kerja ke luar negeri. Tentu saja gerakan ini disambut dengan sangat baik oleh seluruh masyarakat Sulut. Dengan begini kan rakyat kita yang suka kerja ke luar negeri tidak perlu pusing memikirkan biaya karena sudah ditanggung oleh pemda” tambah Herry.

Herry juga menyebutkan bahwa menganggarkan biaya pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran pada APBD adalah langkah yang bijak dan tepat untuk menjalan amanat UU.

Herry juga menambahkan jika minat kerja ke luar negeri dari para pemuda Kota Kotamobagu sudah mulai tinggi.

“Saya beberapa kali diundang ke acara sosialisasi peluang kerja ke luar negeri oleh UPT BP2MI Manado, dan dalam acara tersebut saya lihat animonya tinggi. Tempat selalu penuh dan peserta banyak bertanya. Ini artinya masyarakat Kota Kotamobagu suka kerja ke luar negeri. Jadi pemerintah wajib bantu masyarakat dengan menyediakan anggaran pendidikan dan pelatihan kerja tersebut” jelas Herry.

Ditambahkan jika ada anggaran dalam APBD oleh Pemda di BMR maka nantinya  seleksi dengan baik peserta pelatihannya sehingga yang akan dilatih nanti adalah murni yang benar-benar mau dan minat untuk kerja ke luar negeri. Kalau mereka berhasil kan selain keluarga mereka, daerah juga akan tumbuh perekonomiannya. (kpc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed