oleh

LSM Insan Totabuan : “PT BDL Diserang Kelompok Orang Bersenjata dan Senapan”

KOTAMOBAGU POST – Karyawan PT Bulawan Daya Lestari (PT BDL) mengatakan, mereka di serang oleh sekelompok orang bersenjata tajam dan menggunakan senjata berisi peluru di lokasi pertambangan Bolingongot, Monsi, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong.

Akibat penyerangan sekelompok massa bersenjata itu, sebanyak 3 karyawan PT BDL mengalami luka-luka.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Senin (27/09/2021) itu, tak hanya menyisahkan seorang warga Desa Toruakat meninggal dunia, namun dilaporkan  ketiga karyawan PT BDL yang ikut jadi korban, yakni MT alias Mik, SI alias Son dan FR alias Fek.

MT menderita luka di bagian kepala akibat lemparan batu, sedangkan Son terkena tembakan peluru dibagian pinggang sebelah kanan, dan FK juga terkena tembakan peluru di pelipis kanan.

“Kami diserang oleh sekolompok orang yang menggunakan senjata dan juga senjata tajam, ada tiga orang terluka, dua orang kena tembakan peluru dan satu orang kena lemparan batu di kepala” kata Tito, karyawan PT BDL, warga Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, kepada Kotamobagu Post.

Tito mengisahkan, dirinya berada di mess menyaksikan dari atas bukit posisi kelompok masyarakat yang cukup banyak, melakukan penyerangan.

“Saya melihat langsung dari atas bukit, saat penyerangan dilakukan oleh kelompok dengan senjata tajam. Jumlah mereka cukup banyak,” ujar Tito, yang mengisahkan seperti layaknya di film saur sepuh.

Sementara itu, Ketua LSM Insan Totabuan Sehan Ambaru SH, bersama para legalnya, Irawan Damopolii SH menyatakan, visual dalam video yang beredar di media social,  menjadi bukti adanya kelompok orang bersenjata tajam yang melakukan penyerangan terhadap security atau karyawan PT BDL.

“Visual dalam video yang berlatar belakang mobil patroli polisi kemudian dan banyak lelaki berteriak mengejar-mengejar dengan senjata tajam, itu adalah bukti terjadi penyerangan oleh kelompok masyarakat terhadap karyawan PT BDL. Mereka bukan karyawan PT BDL, tapi kelompok yang menyerang PT BDL,” tegas Sehan Ambaru SH.

Sebelumnya ada video karyawan PT BDL bersama polisi yang memukul mundur kelompok masyarakat itu, kemudian tak lama berselang terjadilah penyerangan dengan menggunakan senjata tajam dan tembakan senjata.

“Dalam visual tayangan video penyerangan itu, tiga karyawan PT BDL menjadi korban yang hasil investigasi kami, tidak ada korban yang meninggal dalam kejadian di dua video itu,” tegas Ambaru.

Dikatakan, karyawan dan security PT BDL dalam peristiwa itu hanya bertindak defensif, atau bertahan dari serangan sekelompok orang dengan menggunakan senjata tajam.

“Pasca 2 jam setelah situasi kondusif dan tidak ada lagi penyerang tiba kami karyawan dapat kabar ada yang meninggal di dekat lokasi,” tambah Tito, karyawan PT BDL.

LSM Insan Totabuan menambakan setelah kejadian dalam video penyerangan itu, terdapat 3 korban PT BDL yang terluka di evakuasi oleh aparat dan karyawan lain dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawat. Dan setelah  situasi kondusif pasca insiden 2 jam setelah itu, dapat kabar ada warga yang kena tembak.

Sehan menyatakan, ketiga karyawan PT BDL yang terluka akibat penyerangan, sudah melaporkan kepada pihak kepolisian.

Senada hal itu, Irawan Damopolii SH mengatakan, meminta pihak kepolisian menangkap otak di balik penggiringan preman yang tergabung dalam masyarakat  dalam masyarakat Desa Toruakat yang  berujung pada korban nyawa.
“Dalam video berlatar belakang mobil patroli polisi, kelompok penyerang tampak terlihat jelas konflik kejar-kejaran  dengan sajam,  sebenarnya masyarakat Toruakat tidak salah, karna yang salah itu adalah oknum-oknum yang menyisipkan preman-preman bersenjata-tajam,” tegas Irawan. (tim kpc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed