oleh

September 2021, Pemkot Kotamobagu Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional

KOTAMOBAGU POST- Capaian berbagai prestasi membanggakan terus diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, baik di tingkat regional maupun nasional.

Diakhir Bulan September ini, Pemkot Kotamobagu kembali meraih 2 (dua) penghargaan dari pemerintah pusat.

Penghargaan pertaman dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan ditetapkannya Puskesmas Motoboi Kecil sebagai Juara I Tingkat Nasional untuk Kategori Fasilitas Kesehatan dengan capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tertinggi se-Indonesia dengan nilai 75,08 dalam Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Sejuta Akseptor.

Penghargaan kedua datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan ditetapkannya Kota Kotamobagu sebagai daerah yang memiliki prakarsa dan komitmen dalam pencapaian kesetaraan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG) dengan meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Walikota Kotamobagu, Ir. Hj. Tatong Bara, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian prestasi yang kembali diraih Pemkot Kotamobagu. Menurutnya penghargaan dari pemerintah pusat ini merupakan bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah pusat tentu tak main-main dalam memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah. Penghargaan ini secara langsung mengartikan bahwa pemerintah pusat memberikan pengakuan atas kinerja pelayanan yang dilaksanakan oleh Pemkot Kotamobagu. Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas raihan 2 penghargaan ini,” ujar Wali Kota di ruang kerjanya, Rabu (22/09/2021).

Dikatakan,  untuk bisa mendapatkan 2 penghargaan ini pemerintah daerah harus bisa memenuhi sejumlah indikator yang ditetapkan, baik dari Badan Kependudukan dan Keluargan Berencana Nasional, maupun dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Capaian MKJP itu indikatornya digunakan untuk mengukur perbaikan kesehatan ibu melalui pengaturan kelahiran serta akses terhadap pelayanan reproduksi kesehatan yang sangat esensial. Sementara untuk Anugerah Parahita Ekapraya (APE) pemerintah daerah harus memenuhi 7 komponen kunci, mulai dari komitmen, kebijakan, kelembagaan, SDM dan anggaran, alat analisis gender, data gender, serta partisipasi masyarakat. indikator-indikator ini semuanya harus dipenuhi oleh pemerintah daerah untuk mendapatkan penghargaan ini,” kata Tatong Bara.

Diraihnya penghargaan ini menurut wali kota tentu tak lepas dari kerja keras semua pihak terkait, yang bisa bekerjasama, berkoordinasi dan saling kolaborasi dalam memenuhi berbagai indikator yang ada.

“Atas nama pemerintah daerah saya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tinggi atas kerja keras perangkat daerah teknis serta  semua pihak yang terlibat langsung dalam pemenuhan indikator-indikator ini, dan tentu yang paling penting adalah peran serta masyarakat yang ikut aktif memberikan dukungan dalam pelayanan yang dilaksanakan Pemkot Kotamobagu. Ini menandakan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat di Kota Kotamobagu sudah berjalan dengan sangat baik,” ucap Wali Kota. (tim kpc)