oleh

DIRGAHAYU Ibu Marlina Moha Siahaan Ke 61 (Oleh : Hendra Makalalag)

Begitu indahnya kehidupan ini, jika kita menyadarinya akan isi kehidupan yang penuh makna dan cerita. Akan tiba masanya semua silih berganti, seiring sang waktu dan usia. Itulah sepenggal kalimat yang dapat memaknai arti kehidupan didunia.

Berkenaan dengan itu saya secara sederhana mengingat akan nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa yang patut disyukuri yaitu umur kita sendiri. Namun perkenankan saya secara pribadi memberikan kekhususan kepada seseorang yang sangat berjasa bagi Tanah Totabuan Bolaang Mongondow Raya (BMR) dia adalah Bunda Marlina Moha Siahaan (MMS) panggilan akrab Mama Didi.

Sosok yang dikenal murah senyum, memiliki segudang kebaikan dalam hatinya dan tindakannya, suka membantu orang siapapun dan dari manapun dia, tanpa membedakan Suku, Ras dan Agama. Seorang Tokoh Nasionalis yang dekat dengan kaum Marginal dan mampu berdiri sejajar dengan Elite mulai dari Daerah, Provinsi sampai di Tingkat Nasional.

Tokoh Perempuan pilih tanding dalam Perpolitikan di Daerah yang Tangguh menghadapi situasi apapun. Tangguh karena tidak pernah mengeluh meskipun dirundung masalah baik dalam pemerintahan semasa jadi Pemimpin Daerah dan setelah Purna tugas memimpin Kabupaten Bolaang Mongondow dua periode.

Berkat tangan dinginnyalah Kabupaten Bolaang Mongondow dimekarkan menjadi empat (4) Kabupaten dan satu (1) Kota. Ketulusan dan Keikhlasan didedikasikan demi lahirnya lima (5) Daerah yang didalamnya telah terdistribusi pembagian kekuasaan, sehingga antrian birokrat menanti jabatan terjawab dengan adanya pemekaran daerah yang di perjuangkan oleh seluruh tumpa darah Bolaang Mongondow dibawah kepemimpinannya.

Atas jasanya memekarkan Daerah telah ditulis dengan tinta emas dalam Sejarah Pembaharuan di Bumi Totabuan yang sama kita cintai. Tidaklah berlebihan bila disepakati dan disematkan kepadanya sebagai Tokoh Pembaharuan Bolaang Mongondow yang lebih familiar dengan julukan “Bunda Pembaharu”

Dalam perjalanan memerintah di Kabupaten Bolaang Mongondow yang dikenal dengan Daerah Lumbung Berasnya Provinsi Sulawesi Utara, Ibu Marlina Moha Siahaan (MMS) sebagai Bupati ketika itu juga mendapatkan gelar Adat yakni “Boki’ Kolano’” In Bolaang Mongondow.

Sebagai Pemangku Adat tertinggi MMS juga aktif sebagai Politisi Besar yang bernaung dibawah Panji Partai Golkar. Partai Golkarlah yang membesarkan sepak terjangnya dikancah Perpolitikan Daerah. Sebagai Politisi MMS memiliki pendukung dari akar rumput dan tergolong sangat militan terhadap ketokohannya dalam memimpin Partai besar yang terjaga sampai saat ini.

Sekelumit diatas saya tulis untuk melawan Lupa sekaligus mengingatkan kepada kita bahwa hari ini Kamis, Tanggal 15 Juli 2021 Bunda Pembaharu (MMS) usianya bertambah dan genap Enam Puluh Satu Tahun. Hari yang sangat istimewa bagi Bunda Pembaharu semoga selalu sehat, tambah rejeki, sukses selalu dan di berkahi Allah SWT, Aamiin Yaa rhabbullallamiin.

Ketulusan dan kesabaran adalah dua hal berharga yang telah engkau ajarkan kepada kami. Terima kasih untuk kemurahanmu Bunda Pembaharu, Selamat Ulang Tahun untukmu, Dirgahayu Ibu Marlina Moha Siahaan ke 61, semoga pengorbananmu menjadi pahala dan keberkahan disisi Allah, Aamiin.

Momen bahagia bertambahnya usia tentunya berkesan bagi Bunda Pembaharu pada hari ini dan akan menjadi bahan perenungan betapa kokoh dan teguhnya menjalani kehidupan sejak menjadi Pemimpin dan sekarang ini menikmati sisa umurnya dalam ketaatan kepada Sang Pencipta Alam semesta, dengan kepasrahan dan keikhlasan serta ketulusan hati berbagi kasih kepada sesama umat manusia disekelilingnya. Dalam dirinya tidak pernah berhenti berbuat dan berpikir kebaikan apapun hasilnya karena Bunda meyakini semua akan indah pada waktunya………………………

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed