oleh

Pupuk Kompos ‘Made In’ Kobo Besar Laris Terjual

KOTAMOBAGU POST – Kelangkaan pupuk subsidi menjadi persoalan bagi petani, tetapi tidak bagi petani Bolaang Mongondow Raya (BMR) khususnya petani di Kotamobagu hal itu bisa diatasi dengan pupuk kompos di kelurahan Kobo Besar Kecamatan Kotamobagu Timur

“Kelangkaan pupuk subsidi yang kerap terjadi di saat memasuki musim tanam. Saya gunakan 2 Ton pupuk kompos kobo besar untuk lahan bawang merah, karena kualitas tidak kalah dengan pupuk petro organik buatan pabrik,” ungkap David yang merupakan petani bawang merah di kelurahan Gogagoman, Selasa (27/4/2021)

Sementara itu Fanny (53) petani jagung juga turut menggunakan pupuk kompos pada pemupukkan pertamanya sebelum tanam bibit  “Pupuk kompos bisa mengembalikan struktur tanah yang keras menjadi gembur serta menyuburkan tanah juga memperkaya hara makro dan mikro sebagai menambah vitamin untuk tanaman,” ungkapnya

Terpisah Pemilik Pupuk Kompos Fenty Djangkarang mengatakan kewalahan memenuhi permintaan dari petani karena kendala bahan baku limbah kotoran sapi yang kurang

“Tidak hanya petani lokal saja yang menggunakan pupuk kompos produknya, namun juga banyak petani di Minahasa, dan Minsel,” kata Mama Sandi panggilan akrab sehari-hari Fenty Djankarang.

Menurut dia, meskipun sudah dicari, namun bahan baku yang dibutuhkan yitu tidak banyak “Sulit untuk mendapatkan limbah kotoran sapi dalam jumlah banyak yang berimbas kepada produksi,” tuturnya

Pupuk Kompos yang sudah teruji oleh laboratorium kimia dan kesuburan tanah Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Sekarang menjadi pilihan petani dijual dengan harga  Rp 25.000 per zak  (kevin/***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed