oleh

Pasca Penyerangan Karyawan PT.Malisa, Warga Tiberias Akui Desa Mereka Masih Mencekam 

Parang dan Panah yang ditangkap tangan Polres Bolmong. Karyawan PT Malisa yang juga penduduk Desa Tiberias diserang dengan menggunakan panah dan parang (dok : KP)

KOTAMOBAGU POST – Pasca kejadian penyerangan dan pengusiran karyawan PT Malisa Sejahtera, di lokasi perkebunan, hingga tadi malam (08/05/2017), warga Desa Tiberias menyebut, suasana desa mereka masih terasa mencekam.

Warga melaporkan, hal ini akibat dari masih adanya oknum-oknum kelompok dari pimpinan Abner Patras yang sebelumnya sempat lari ke hutan, namun kelompok yang diduga yang menyerang karyawan PT Malisa Sejahtera baik di lokasi HGU maupun di Desa Tiberias, (02 Mei 2017) lalu, saat ini sudah kembali ke rumah-rumah mereka di Desa Tiberias.

“Sebelumnya pada tanggal 02 Mei, saat Polres Bolmong melakukan operasi penertiban, mereka sempat lari ke hutan, tapi mereka sekarang telah kembali ke rumah-rumah mereka di Desa Tiberias,” kata Yance, seorang warga Tiberias yang mengaku masih mendapat ancaman dari kelompok pimpinan Abner Patras.

Yance mengatakan, saat penyerangan terjadi di lahan HGU PT Malisa para karyawan yang juga warga Desa Tiberias melarikan diri. Namun setelah dikampung Tiberias, para kelompok pimpinan Abner Cs, menggunakan senjata tajam dan panah, juga masih menyerang rumah milik seorang karyawan PT Malisa bernama Ronald.

Senjata Tajam, yang ditangkap oleh jajaran Polres Bolmong saat melakukan operasi tangkap tangan di komplek kediaman rumah Abner Patras Desa Tiberias Kecamatan Poigar

“Mereka menyerang rumah Ronald dengan senjata tajam. Bahkan Ronald juga dadanya hampir kena panah. Karena dia melarikan diri, maka rumahnya yang dilempari hingga kaca-kaca hancur dan ada juga penjarahan di rumah Ronald.Sampai malam ini, kami merasakan desa kami masih mencekam. warga desa merasa tak nyaman karena masih ada oknum kelompoknya Abner Patras yang terlibat perusakan rumah yang masih jalan-jalan bebas. Ada yang masih meneriakan ancaman dan teror,” kata Yance.

Sumber lain warga Desa Tiberias kecamatan Poigar kepada Kotamobagu Post mengatakan, hingga saat ini mereka masih diliputi ketakutan jangan sampai pecah lagi kerusuhan.

“Kelompok yang menyerang kami di lokasi perkebunan dan yang menyerang rumah Ronald hingga rusak, masih melakukan profokasi dengan cara meneriakan ancaman-ancaman kepada kepada karyawan PT Malisa, padahal kami juga adalah warga Tiberias,” kata seorang sumber karyawan PT Malisa dengan logat manado-nya.

Menurutnya, semua karyawan PT Malisa yang juga adalah warga Tiberias, masih dibayangi ketakutan apabila berjalan di kampung mereka.

“Soalnya kelompok yang menyerang dan mengusir karyawan PT Malisas Sejehtera saat di lokasi perkebunan pada 02 mei lalu,  kami lihat masih duduk-duduk berkempok dan masih sering berteriak-teriak memancing keributan,” kata sumber warga Tiberias.

Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi dikonfirmasi Kotamobagu Post melalui Kabag Ops Kompol Trisno, tadi malam pukul 19:00 WIta via seluler mengatakan, saat ini kondisi keamanan di Desa Tiberias, sudah kondisif.

“Masih ada petugas disana (Desa Tiberias), ada dari Polsek Poigar,” kata Kompol Trisno, singkat menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, seorang pejabat resmi Polres Bolmong dikonfirmasi tadi malam (08/05/2017) via seluler, membenarkan, bahwa hingga tadi malam, masih ada upaya oknum-oknum tertentu untuk memancing agar situasi kembali memanas.

“Kami sudah terima laporannya, informasi memang benar, suasana kondusif yang sudah terbangun selama ini di Desa Tiberias, rupanya masih ada oknum yang coba memancing keributan,” kata sumber resmi Polres Bolmong, tidak ditulis namanya.

Data dihimpun Kotamobagu Post, selain  rumah milik karyawan PT Malisa Sejahtera yang rusak dilempari batu, juga seorang warga tercatat karyawan PT. Malisa, terkena lemparan batu ditubuhnya, yang hingga kini masih dalam rawat jalan. (tim)

Kronologi  Dugaan Penyerangan dan Pengusiran

 Terhadap Karyawan PT Malisya Sejahtera,

dilahan HGU Desa Tiberias Kec. Poigar Kabupaten Bolmong,

Selasa Tanggal 02 Mei 2017.

 

  • Pkl 08.15 wita karyawan PT Malisya Sejahtera sebanyak 30 orang saat itu sedang melaksanakan panen kelapa di lahan HGU PT Malisya Sejahtera.
  • Pkl 08.20 wita Tiba-tiba kelompok diduga dipimpin oleh Abner Patras Cs, melakukan penyerangan terhadap karyawan PT Malisa Sejahtera dengan dengan membunyikan tiang listrik.
  • Sekira 30 Karyawan PT Malisa Sejahtera, mencoba melakukan perlawanan, namun kelompok penyerang dipersenjatai senjata tajam berupa panah wayer, tombak, parang dan batu. Maka Karyawan PT Malisya Sejahtera meninggalkan perkebunan lahan PT HGU.
  • Pkl 08.45 wita aksi lempar batu sudah sampai hingga ke-kompleks pasar Desa Poigar II, Aparat Koramil dan Polsek meminta kedua pihak untuk menghentikan aksi lempar batu.
  • Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi bersama 2 SSK pasukan gabungan Brimob dan Dalmas Polres dibantu Koramil Poigar tiba di lokasi, melakukan langkah langkah pengamanan dengan menangkap 30 orang kelompok Abner Patras, selanjutnya dibawa ke kantor Polres Bolmong.
  • Rumah milik Ronald, seorang Karyawan PT Malisa Sejahtera diserang dengan menggunakan batu dan senjata tajam jenis panah diduga dilakukan oleh kelompok pimpinan Abner Cs. Kondisi rumah rusak, kaca-kaca jendela pecah.

Riset Kotamobagu Post-berbagai Sumber***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.