Anak yang Lahir Tahun Kabisat, 4 Tahun Sekali Rayakan Tanggal Ultah

Bayi yang lahir tahun Kabisat, epatnya 29 Februari 2016, kurun 4 tahun sekali rayakan ultah ditanggal yang sama. (dok ilustrasi bayi)
Bayi yang lahir tahun Kabisat, tepatnya 29 Februari 2016 hari ini, kurun 4 tahun sekali rayakan ultah ditanggal yang sama. (dok ilustrasi bayi)

Hari ini Tanggal 29 Februari 2016, adalah hari yang akan muncul pada 4 tahun mendatang lagi dalam kalender perhitungan waktu atau disebut Tahun Kabisat. Tanggal 29 Februari adalah hari yang unik, namun membawa keganjilan khusus bagi para orang tua yang kebetulan anak mereka lahir di hari itu.

Sebut saja sepasang suami isteri disebuah rumah sakit di kawasan Kotamobagu. Seorang lelaki paruh baya tampak ceria menatap anak lelakinya yang lahir dengan selamat pada siang hari (29/02/2016). “Anak saya lahir pas di tahun Kabisat. Lahir tanggal 29 Februari memang sangat langka dan patut disyukuri,” kata lelaki ini.

Namun ketika diajak bercanda soal perayaan Hari Ulang Tahun sang anak, lelaki ini langsung senyum kecut. “Ah, memang tidak adil juga ya, masak anak saya mau merayakan ultahnya 4 tahun sekali,” kata lelaki ini, yang memang menjadi target wawancara wartawan Kotamobagu Post di momentum Tahun Kabisat ini.

Namun pria ini pun langsung berkelekar, “Tidak apa-apa bro, biar lebih hemat tidak tiap tahun bikin pesta ulang tahun. Nanti juga bikin ibadah keluarga biar tidak tepat waktu. Kan bole tanggal 28 Februari atau tanggal 1 Maret saja bikin syukuran Ultah untuk anak saya. Apa bole buat, tanggal 29 memang hanya 4 tahun sekali mau bikin apa,” katanya.

Percakapan selama 15 menit dengan lelaki yang baru saja dikarunia anak laki-laki disebuah sudut rumah sakit di kawasan Kota Kotamobagu, memang sengaja tidak ditulis nama sumber, isteri dan anaknya yang lahir tanggal 29 Februari 2016. Sebab, sumber lelaki ini juga, tidak tahu kalau yang melakukan percakapan adalah wartawan yang sedang melakukan investigasi untuk bahan pemberitaan. (Tim Kotamobagu Post)

 

IKHWAL TENTANG TAHUN KABISAT 

4 tahun sekali, selalu  berbeda di bulan Februari seperti yang terjadi tahun 2016 ini. Pada umumnya bulan Februari hanya sampai tanggal 28, namun setiap empat tahun waktu di bulan Februari bertambah satu hari yaitu sampai tanggal 29. Penambahan satu hari ini berpengaruh pula terhadap penambahan hari dalam hitungan satu tahun dari 365 menjadi 366 hari. Hal inilah yang disebut tahun kabisat.

Secara umum, tahun kabisat bisa dimaknai sebagai tahun yang bisa dibagi dengan angka empat. Keunikan tahun kabisat ini ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu pada zaman Julius Caesar yang memimpin Kekaisaran Romawi.

Dari data yang dihimpun merdeka.com, penentuan tahun kabisat ini bermula dari kebingungan soal penanggalan yang tidak tepat di mana bumi membutuhkan waktu yang tidak tepat 365 hari untuk mengelilingi matahari. Sebenarnya, bumi butuh waktu 365-seperempat hari.

Pada saat itu, Julius Caesar meminta seorang ahli perbintangan, Sosigenes untuk membuat penanggalan yang benar dan tetap. Setelah ditelusuri, ternyata satu tahun di bumi berjumlah 365,25 hari. Agar lebih mudah, Sosigenes menggenapkannya menjadi 365 hari. Lalu kemana lagi sisanya?

Sosigenes menggabungnya menjadi 1 hari setiap empat tahun sekali. Nah, itulah yang disebut tahun kabisat. Bulan Februari terpilih sebagai bulan untuk tahun kabisat dikarenakan jumlah harinya yang paling sedikit setiap tahunnya.

Selain itu Februari juga ternyata menjadi bulan terakhir karena King Numa Pompilius menambahkan bulan Januari dan Februari untuk melengkapi 10 bulan yang sudah ada sebelumnya demi ‘memperbaiki’ jumlah hari yang ada setahun. Karena Februari bulan terakhir, maka ini adalah sasaran empuk untuk mengambil sehari dari jumlah hari yang dimilikinya.

Dalam perkembangannya, penyesuaian kriteria kalender kabisat pun juga diperbaiki. Setelah dipakai selama 1500 tahun, penanggalan ini kembali menimbulkan masalah. Pasalnya, setelah 1500 tahun, kesalahan penghitungan ini jadi selisih 10 hari, menurut perhitungan dokter Aloysius Lilius, astronomer Italia abad ke-16.

Akhirnya Paus Gregorius XIII mengubah ketentuan penambahan dan membuat kalender Gregorian. Dalam aturan ini mereka memutuskan untuk menerapkan kriteria tahun kabisat. Melalui penetapan ini, tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi empat. Hanya, ini tak berlaku untuk abad baru atau kelipatan 100, tahunnya harus habis dibagi 400. Penanggalan ini diresmikan pada tahun 1582.

Meski demikian, penanggalan kabisat seperti ini pun belum 100 persen akurat. Dalam kurun waktu ribuan tahun lagi, perhitungan ini akan kembali meleset satu hari.
Tibanya tahun kabisat pada 2016 ini tidak banyak yang mengetahuinya. Hal ini dikarenakan masyarakat belum banyak tahu apa itu tahun kabisat. Seperti tulisan yang disajikan merdeka.com sebelumnya, tahun kabisat muncul setiap empat tahun yang ditandai dengan bertambahnya satu hari dalam bulan Februari. Pada umumnya, bulan Februari hanya sampai tanggal 28, namun pada tahun kabisat agak berbeda yaitu sampai tangga 29.

Selain adanya penambahan tanggal dalam kalender tahunan, ternyata tahun kabisat di 2016 ini lebih istimewa dari tahun kabisat sebelumnya. Di mana akan ada fenomena alam yang akan terjadi setelah tanggal 29 Februari.

Pengamat Astronomi, Nurdiansyah mengatakan fenomena yang akan terjadi yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Fenomena alam ini akan melintasi beberapa kawasan di Indonesia.

“Untuk tahun 2016 di wilayah Indonesia, akan terjadi 2 gerhana matahari dan 2 gerhana bulan,” ujar Nurdiansyah kepada merdeka.com, Kamis (25/2).

Adapun salah satu gerhana matahari yang dimaksud yaitu Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang.

“Gerhana matahari di tanggal 9 maret 2016 adalah yang paling istimewa,” tambah dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan GTM akan melintasi sebelas kawasan di Indonesia. Sebelas kawasan itu antara lain, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

GTM merupakan peristiwa alam yang dikarenakan posisi matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis. Kejadian ini dimulai pada saat bulan secara perlahan menutupi piringan matahari. Semakin lama semakin besar, area piringan matahari ditutupi secara total oleh bulan. Akibatnya, wilayah-wilayah yang dilintasi GTM tidak mendapatkan sinar matahari (gelap).

Pada umumnya, orang-orang menilai peristiwa gerhana matahari membahayakan penglihatan. Namun pada fenomena GTM ini, BMKG mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri untuk melihat proses terjadinya GTM karena dianggap bermuatan ilmiah.
Secara umum, tahun kabisat bisa dimaknai sebagai tahun yang bisa dibagi dengan angka empat. Keunikan tahun kabisat ini ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu pada zaman Julius Caesar yang memimpin Kekaisaran Romawi. Penentuan tahun kabisat ini bermula dari kebingungan soal penanggalan yang tidak tepat di mana bumi membutuhkan waktu yang tidak tepat 365 hari untuk mengelilingi matahari. Sebenarnya, bumi butuh waktu 365-seperempat hari.

Terdapat algoritma mudah untuk menentukan apakah suatu tahun termasuk tahun kabisat atau bukan sebagai berikut:

Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat.
Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat.
Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.
Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat.
Tahun Kabisat 3

Seperti yang dikutip oleh Pojoksatu.ib berikut Fakta-fakta menarik tentang Tahun Kabisat :

Mengundang Cuaca Buruk

Cuaca buruk ternyata bisa disebabkan karena Tahun Kabisat. Apa penjelasan ilmiahnya? Ternyata ini memang soal kepercayaan. Di Rusia, Tahun Kabisat dipercaya membawa cuaca buruk. Para petani, bahkan menyebutkan, jika ada tumbuhan yang ditanam pada Tahun Kabisat, mereka akan tumbuh ke arah yang salah.

Begitu juga dengan Skotlandia, mereka juga percaya terhadap mitos serupa. Peribahasa kuno Skotlandia menyebut Tahun Kabisat bukan tahun yang baik untuk mengembangkan ternak.

Meninggal Dan Lahir Di Tanggal Yang Sama

Ada kepercayaan yang menyebut, bahwa siapa saja yang lahir di tanggal 29 Februari, mereka juga akan meninggal di tanggal yang sama. Salah satu contohnya adalah James Milne Wilson, pemimpin ke-delapan Tasmania. Dia lahir pada 29 Februari 1812 dan meninggal tanggal 29 Februari 1880.

Anak Yang Lahir Di Tahun Kabisat Tak Pandai Bisnis

Di China, terdapat mitos yang menyebutkan bahwa anak-anak yang lahir pada tanggal 29 Februari, mereka pada umumnya tidak pandai dalam hal berbisnis. Selain itu, dari segi kehidupannya pun mereka akan kesulitan.

Di lain negeri, mitos yang beredar di Taiwan menyebutkan, jika ada seorang anak perempuan yang sudah menikah, mereka sejatinya tidak diperkenankan untuk pulang ke rumah orangtuanya. Alasannya, jika ada anak perempuan yang memaksa pulang kerumah orangtuanya, hal ini dapat mendatangkan kesialan bagi orangtuanya.

Memiliki bakat istimewa

Sejak lama, para astrolog percaya bahwa bayi yang lahir di Tahun Kabisat memiliki bakat yang istimewa, seperti, dari kepribadiannya yang unik, hingga kekuatan magis. Beberapa pesohor yang lahir di tanggal 29 Februari adalah pencipta puisi Lord Byron, rapper Ja Rule, dan atlet football Darren Ambrose.

Tidak Semua Tahun Berakhiran Seratus Adalah Tahun Kabisat

Menurut penanggalan Gregorian, tahun 2000 adalah Tahun Kabisat, begitu juga dengan tahun 1600, tapi 1700, 1800 dan 1900 bukanlah kabisat. Hal itu menimbulkan definisi baru tentang Tahun Kabisat, yakni tahun yang habis dibagi 400.

Tahun Kabisat 1

Fakta – Fakta Yang tak kalah menariknya :

Di era modern, Tahun Kabisat membawa ‘kesialan’ bagi para pekerja kantoran. Pasalnya, banyak kantor yang mengeluarkan gaji bulanan berdasarkan hitungan 28 hari, berarti di tanggal 29 Februari, banyak pekerja yang akan bekerja secara gratis.
Mereka yang lahir pada tanggal 29 Februari disebut ‘leapling’ atau ‘leaper’. Peluang seseorang lahir pada 29 Februari adalah 1:1461. Setidaknya, ada 5 juta leapling di seluruh dunia.
Keluarga pemegang kelahiran leapling terbanyak di dunia adalah keluarga Keogh dari Inggris dan Irlandia. Selama tiga generasi, keluarga tersebut selalu memiliki keturunan yang lahir pada 29 Februari. Dimulai dari sang kakek, Peter Anthony Keogh, kemudian putranya, Peter Eric dan cucunya, Bethany Wealth.
Lain cerita dengan di Denmark. Jika pria menolak lamaran wanita pada tanggal 29 Februari, maka dia harus memberi wanita itu 12 pasang sarung tangan. Sementara di Finlandia, pria harus memberi wanita kain untuk membuat baju.
Di Yunani, pasangan justru menolak menikah di Tahun Kabisat karena mereka percaya itu akan membawa nasib buruk. Kepercayaan itu juga dianut warga Italia. Ada peribahasa Italia yang menyebut, “Anno bisesto, anno funesto” yang berarti Tahun Kabisat, tahun sial.
Sumber : cnnindonesia.com / http://pojoksatu.id / Wikipedia.com / berbagai sumber ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.