Pasokan PAD Minim, Sumber PAD Persampahan Perlu Digali, Gaji Petugas Kebersihan Saja Sedot Rp5,2 Miliar Pertahun

Untuk menjaga eksistensi kebersihan lingkungan pertahunnya Pemkot Kotamobagu merogoh kocek Rp5,2 Miliar dibandingkan pasokan PAD jauh bertaut alias masih minim. Kadis DLH Alfian Hasan mengatakan, akan menggali potensi sumber PAD bidang pengelolaan sampah (foto : istimewa)

KOTAMOBAGU POST – Untuk menjaga eksistensi kebersihan lingkungan kawasan kota Kotamobagu, biaya yang dikeluarkan Pemkot Kotamobagu dari kocek APBD, lumayan besar.

Untuk menggaji petugas kebersihan sebanyak 219 orang, dalam setahunnya telah menyerap anggaran lebih dari Rp5,2 Miliar.

Data diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Kota Kotamobagu, para petugas kebersihan yang setiap harinya menyapu dan mengangkat sampah di seluruh pelosok jalanan Kota Kotamobagu, digaji Rp2 juta perorang.

Sementara dari sektor pasokan retribusi pengelolaan persampahan di Kota Kotamobagu, menurut Plt.Kepala DLH Kota Kotamobagu, Alfian Hasan ST, tahun 2018 lalu berjumlah Rp800 Juta.

“Tahun 2018 lalu, DLH menyumbangkan Rp800 Juta di kas APBD. Namun kami akui, meski target PAD tercapai, tapi jumlah konstribusi ini bertaut jauh dari pengeluaran untuk kebersihan kawasan Kota Kotamobagu,” ujar Alfian Hasam diruang kerjanya pada Kotamobagu Post, (Selasa,02/04/2019).

Kedepannya kata Alfian Hasan, pihaknya akan melakukan inovasi untuk menggali sumber-sumber pasokan PAD dibidang pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan limbah plastic. (audie kerap)

Kategori: Breaking News, KotamobaguTag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pasokan PAD Minim, Sumber PAD Persampahan Perlu Digali, Gaji Petugas Kebersihan Saja Sedot Rp5,2 Miliar Pertahun"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.