Pacu Swasembada Pangan Kota Kotamobagu, 17 Hand Tracktor Untuk Bantu Petani Garap Sawah   

banner 468x60
banner 160x600

17 Unit Hand Tracktor yang diserahkan Pemkot Kotamobagu kepada para petani diharapkan mampu memacu peningkatan pengolahan pertanian untuk mempertahankan dan mendorong swasembada pangan. (dok : tim kpc)

KOTAMOBAGU POST –  Pemerintah Kota Kotamobagu sangat memberikan perhatian serius terhadap produktifitas pangan khususnya eksistensi para petani mengolah persawahan mereka.

Menurut Kepala Dinas Petanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Muljadi Soratinojo, pembinaan sumber daya manusia bagi para petani pemilik dan petani penggarap, terus dilakukan oleh Pemerintah Kotamobagu, tentunya secara terpadu.

Terkait peningkatan produksi hasil pertanian khususnya padi, Dinas Pertanian Kota Kotamobagu kata Soratinojo, telah menyalurkan sebanyak 17 Hand Tracktor kepada kelompok tani.

“Sebanyak 17 unit Hand Tracktor diberikan bantuan untuk para petani agar mempermudah dan meringankan beban pembiayaan terhadap pengolahan sawah mereka. Kita berharap, seluruh areal persawahan di kawasan Kota Kotamobagu bisa produktif dan masa panen padi sesuai dengan target yang diinginkan petani,” kata Muljadi, kepada Kotamobagu Post, baru-baru ini.

Menurutnya, Kota Kotamobagu harus mampu mencapai produksi penghasil beras untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, dengan harapan pencapaian swasembada pangan.

“Dalam artian, hasil produksi beras yang dihasilkan oleh pengolahan pertanian dari petani kita di Kota Kotamobagu, mampu memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat. Nah, bantuan 17 Hand Tracktor untuk digunakan oleh petani, pemerintah harapkan akan meningkatkan produksi panen serta membuka lahan tidur yang sebelumnya tidak digarap petani, menjadi produktif dengan kemudahan fasilitas hand tracktor yang diberikan oleh pemerintah Kotamobagu,” tambah Muljadi. (audy kerap/infotorial)

Category: KotamobaguTags:
Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Pacu Swasembada Pangan Kota Kotamobagu, 17 Hand Tracktor Untuk Bantu Petani Garap Sawah   "

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.