LPG Bersubsidi Menghilang, Pemkot Kotamobagu Siap Ambil Tindakan Tegas

banner 468x60
banner 160x600

Tabung Gas LPG bersubsidi yang menghilang di tempat penjualan kawasan Kotamobagu. Membuat warga terpaksa memasak menggunakan kayu bakar (gambar : ilustrasi)

KOTAMOBAGU POST – Sebagian warga Kota Kotamobagu dibuat gerah dan pusing tujuh keliling lantaran (liquified Petroleum gas) atau LPG 3 kilogram bersubsidi pemerintah, menghilang atau mayoritas pangkalan penjualan kosong.

Perisitiwa yang terjadi sejak hari minggu tanggal 16 hingga Senin 17 September 2018, memang membuat banyak warga Kotamobagu, terpaksa memasak menggunakan kayu api karena tidak mendapatkan LPG.

Kesulitan warga Kotamobagu ini, ikut dibenarkan oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Kotamobagu, Alfian Hasan ST, saat menjawab pertanyaam Kotamobagu Post, siang tadi (17/09/2018).

Alfian Hasan membenarkan, pihak Pemerintah Kotamobagu sejak Senin pagi tadi, mendapatkan banyak laporan via Whatsapp, tentang kekosongan LPG 3 kilogram dipangkalan penjualan LPG di Kota Kotamobagu.

“Laporan banyak masuk dan sudah kami terima, kekosongan LPG 3 kilogram akan kami lakukan pantauan langsung, apa yang menjadi penyebabnya,” jawab Alfian, via Seluler pada Kotamobagu Post.

Ditegaskan, Pemkot Kotamobagu akan segera mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pihak-pihak yang sengaja melakukan permainan gelap dengan mengambil keuntungan sepihak atas distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi pemerintah.

“Nanti setelah kami selesai turun lapangan untuk mengecek langsung, maka akan ada simpulan yang akan dilambil oleh Pemerintah Kotamobagu,” tegasnya.

Sebelumnya kata Alfian Hasan, Pemkot Kotamobagu sudah memberikan warning kerjas kepada seluruh pangkalan pemegang ijin penjualan LPG 3 Kilogram, agar tidak melakukan tindakan yang mengambil untung diluar ketentuan pemerintah. (audy kerap)

Category: Breaking News, KotamobaguTags:
Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "LPG Bersubsidi Menghilang, Pemkot Kotamobagu Siap Ambil Tindakan Tegas"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.