Tradisi Binarundak Potensi Wisata Budaya dan Kuliner Kota Kotamobagu 

banner 468x60
banner 160x600

Tradisi memasak dalam bambu dengan sebutan binarundak menjadi potensi wisata budaya dan kuliner bagi Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU POST – Binarundak atau tradisi memasak beras ketan dalam bambu sebelum hari Raya Idul Fitri, menjadi potensi wasata budaya dan wisata kuliner bagi daerah Kota Kotamobagu.

Potensi inilah yang kemudian direncanakan akan dijadikan agenda rutin tahunan dalam bentuk kegiatan Festival Binarundak atau Hari Raya Binarundak yang kini dipopulerkan dan dilestarikan oleh masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu.

Kepala Dinas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Kotamobagu Moch. Agung Adati, mengatakan digelarnya Festival Binarundak Tahun 2018 menjadi potensi objek wisata Kuliner di Kota Kotamobagu.

“Tradisi Binarundak dalam catatan kami sudah sebanyak 11 kali digelar hingga tahun 2018.  Bakar Binarundak merupakan tradisi turun temurun yang perlu kita lestarikan sebagai aset budaya dan menjadi objek wisata kuliner,” kata Adati.

Menurutnya, kegiatan memasak Binarundak yang dibakar dalam bambu atau istilah makanan Nasi Jaha itu, diprakarsai oleh masyarakat setempat sebagai kuliner bagi warga yang pulang dari perantauan, dan  sejak tahun 2013.

“Selain sebagai objel wisata kuliner, Binarundak harus didorong untuk menjadi sumber pendapatan masyarakat Motoboi Besar dengan berharap Binarundak dapat di produksi secara rutin sehingga dapat menjadi produk unggulan masyarakat Motoboi Besar,” ucapnya. (infotorial diskominfo kotamobagu)

Category: KotamobaguTags:
Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Tradisi Binarundak Potensi Wisata Budaya dan Kuliner Kota Kotamobagu "

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.