Jaga NKRI, TNI Siap Pukul Mundur Gerakan Provokasi Sara

banner 468x60
banner 160x600

 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

KOTAMBAGUPOST.COM – Instruksi tindakan tegas dikumandangkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Jenderal bintang 4 ini menginstruksikan kepada semua anggota prajurit TNI, bertindak tegas kepada setiap gerakan berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Instruksi ini, terkait dengan pelaksanaan Peemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2017, dimana instruksi ini akan dimulai tanggal 4 Nopember 2016, menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak Februari 2017.
“TNI tidak akan mentolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan), sebagai alat negara kami akan pukul mundur mereka, “ ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, di Mako Grup I Kopassus, Serang, Banten, Minggu (30/10/2016, dilansir dari harianwartanasional.com.

Menurut Jenderal bintang empat tersebut, TNI akan menegakkan satu komando dan jangan ragu bertindak untuk menjaga kutuhan dan kedaulatan NKRI, ujarnya. “Saya katakan TNI all out. Semua kekuatan saya siapkan, termasuk saya. TNI setiap saat (siaga) 24 jam. Polisi di depan, kita BKO-kan kepada kepolisian,” kata Gatot.
Sementara Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris sangat mendukung langkah TNI untuk menghadapi kelompok-kelompok yang berupaya memecah belah kesatuan bangsa.
“Pernyataan Panglima TNI tidak menoleransi gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa melalui politisasi SARA patut diberikan apresiasi dan didukung,” kata Charles melalui keterangan tertulisnya, Senin (31/10/2016).
Menurut Charles, TNI mempunyai tanggungjawab menjaga keamanan negara dari perpecahan bangsa. “Jika ada kelompok-kelompok yang berencana merusak bangsa, mereka harus menjadi musuh TNI,” ujarnya. (sumber : harianwartanasional.com/ajk)

Category: Breaking News, Etalase, Featured News, In Depth, Nasional, TerkiniTags:
Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Jaga NKRI, TNI Siap Pukul Mundur Gerakan Provokasi Sara"