Pilkada Bolmong, ‘Tak Ada Musuh yg Abadi’

banner 468x60
banner 160x600

pilkada-bolmong

Catatan : Wandy Rotu. PADA umumnya, kursi panas kepala daerah memang selalu menjadi magnet tersendiri bagi para elit politik. Begitupula dengan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang sedang dalam tahap pelaksanaan. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolmong, Sabtu (30/7/2016) resmi mengelar peresmian serta launching tahapan penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2017, di Lapangan Daagon, Kecamatan  Lolak, yang dihadiri oleh Komisioner KPU RI Arief Budiman, Penjabat Bupati Bolmong Adrianus Nixon Watung, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan para undangan lainnya.

Setelah melewati proses panjang, akhirnya dua kolaborasi, Yasti Soepredjo Mokoagow (PAN), berpasangan dengan Yani R. Tuuk, (PDIP) resmi ditetapkan KPUD sebagai pasangan calon (Paslon). Dan lawan politiknya adalah incumbent Salihi B. Mokodongan (Golkar), berpasangan dengan Jefry Tumelap (Partai Demokrat).

Bagaikan sebuah kompetisi, kedua kubu paslon berlomba untuk menjadi pemenang di Pilkada pada bulan Februari 2017 nanti. Adu strategi dan mencuri perhatian masyarakat adalah kunci kemenangan dalam bertarung merebut piala DB 1 D.

Namun, dalam pertarungan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Karena kemenangan adalah sebuah gengsi yang harus diperjuangkan, maka segala pengorbanan adalah hal mutlak yang harus dilakukan bagi pelaku politik. Dinamika ini biasanya kerap terjadi pada setiap pertarungan dalam merebut sebuah trophy.

Seperti biasanya, pertarungan Pilkada Bolmong selalu bergengsi, Sebab, Bolmong adalah Ibu kandung yang telah melahirkan empat kabupaten dan satu kotamadya, serta memiliki luas wilayah sebesar 3.628,9 km2 dengan populasi 216.308 jiwa. Wajar jika menjadi perhatian masyarakat Bolmong Raya. Berbagai prediksi dan spekulasi pun menjadi bahan diskusi hangat dikalangan masyarakat Bolmong, kubu-kubuan dan pro-kontra pun tidak terhindarkan, karena masing-masing individu mempunyai pilihan yang menurut mereka layak untuk memimpin.

Salah satu komentar dari para pendukung SBM-JiTu mengatakan, bahwa paslon SBM JiTu adalah figure pemimpin yang bersahaja dan memiliki massa militan.

“Kami merasa bapak Salihi atau SBM-Jitu adalah pasangan yang pas untuk memimpin Bolmong, keduanya adalah figur bersahaja dan mempunyai massa pendukung yang militan,”unkap Eleng Mokoginta, Minggu (16/10/2016)) kepada media ini.

Terpisah, pendukung Y2 mengatakan,”Yasti Soepredjo adalah kader PAN yang sudah teruji kemampuannya, begitu pun dengan Yanni R Tuuk, karirnya sebagai mantan anggota DPRD Bolmong, dan mantan wakil bupati (periode 2011-2017) adalah bukti kecintaan masyarakat terhadap Y2 “ujar Irawan Damopolii.

Keduanya adalah politisi yang memiliki popularitas tersendiri dimata masyarakat Bolmong. Mereka mempunya talenta sebagai pemimpin, dan sudah terbukti dalam percaturan politik.

SBM yang notabenenya mantan Bupati Bolmong terpilih tahun periode 2011-2016. Adalah kader partai PAN, dia pernah menjabat ketua DPC PAN Kabupaten Bolmong, dan masih tercatat sebagai Dewan Penasehat DPC PAN Bolmong, namun kini dirinya diusung oleh Partai Golkar, terinformasi saat ini SBM sudah menyatakan sikap politiknya, dan bergabung sebagai kader partai Golkar.

Sementara nama YSM juga tidak asing dikalangan masyarakat Bolmong, karirnya sebagai wakil rakyat di DPR-RI dan pernah duduk sebagai anggota komisi V DPR-RI mendongkrak popularitasnya. Meski masa jabatannya sebagai Anggota DPR-RI berakhir pada tahun 2019, tetapi YSM memutuskan maju sebagai calon kepala daerah, dan bertarung di Pilkada Bolmong 2017.

Masyarakat Bolmong tahu persis hubungan politik antara keduannya, karena sejarah mencatat pemenangan partai PAN dalam suksesi Pilkada Bolmong tahun 2011. Kala itu, Yasti memberikan tempat bagi Salihi untuk dicalonkan Bupati dari gerbong PAN. Tidak hanya sebatas itu, YSM pun turut berperan  mensuport pemenangan Salihi yang berpasangan dengan Yanni R.Tuuk dari PDIP.

Koalisi ini pun sukses menumbangkan pasangan Calon Bupati Aditya Anugera Moha (ADM) dan Norma Makalalag, yang dicalonkan koalisi Partai Demokrat dan Golkar.

Kemenangan pasangan Salihi Mokodongan-Yanni R.Tuuk dengan jargonnya waktu itu, BERSATU, (singkatan dari Bersama Salihi – Tuuk) merupakan tonggak sejarah suksesi 2011. Mereka juga mengkandaskan pasangan calon Bupati Limi Mokodompit-Meidy Pandeiroth dan Samsurijal Mokoagow.

Semenjak peninggalan Marlina Moha Siahaan (mantan Bupati Bolmong 2 periode), masa itu, Salihi diprediksi calon kuda hitam, bersama Yani R. Tuuk, akhirnya mereka berhasil mencuri simpati masyarakat Bolmong, dan meraup hasil berdasarkan perolehan suara sebagai berikut;

  1. Pasangan nomor urut satu, Salihi Mokodongan-Yanni Tuuk (Bersama) memperoleh suara sebesar 51.516 atau 41,33%;
  2. Pasangan nomor urut dua, Limi Mokodompit-Meidy Pandeirot meraih 34.320 suara atau 27,53%;
  3. Pasangan nomor urut tiga, MS Binol-Masni Pomo mendapatkan 1.862 suara atau 1,49%;
  4. Pasangan nomor urut empat, Aditya Anugerah Moha-Norma Makalalag meraup 30.963 suara atau 24,84%;
  5. Pasangan nomor urut lima, Samsurizal Mokoagow-Nurdin Mokoginta memperoleh 5.966 suara atau 4,81%.

Hasil ini merupakan perolehan dari rapat pleno penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada Bolmong oleh KPUD Kabupaten Bolmong, yang dilaksanakan, pada Senin (28/3/2011) di Hotel Molosing, Desa Motabang, Kecamatan Lolak, mulai pukul 12.15 sampai pukul 14.00 WITA.

Dalam penetapan tersebut dihadiri oleh, Ketua KPU Sulawesi Utara, Livie Allow; Ketua KPU Bolmong, Sam Sachrul Mamonto; Wakil Ketua DPRD Bolmong, Jacobus Jemmy Tjia, dan Calon Bupati nomor urut tiga, MS. Binol (sumber KPUD Bolmong).

Jelas nampak kemenangan Salihi-Tuuk cukup signifikan, dan konon katanya YSM adalah salah satu donatur terbesar yang disebut-sebut memback-up anggaran/cost politik untuk dibelanjakan dalam momentum Pilkada di Bolmong Raya.

Namun kini kondisinya jauh berbeda, jika sebelumnya masyarakat tahu bahwa YSM dan SBM adalah dua sejoli pathner politik, sekarang mereka justru bertarung dalam suksesi Pilkada Bolmong periode 2017-2021.

Dari pantauan media, temperatur suhu politik dua kubu ini pun mulai memanas, bahkan isu perpecahan dikubu partai PAN mulai santer menyebar, buktinya saat pendaftaran bakal calon, pada Kamis (22/09/2016) lalu, nampak terlihat Wakil Ketua Umum DPP PAN, Bara Krishna Hasibuan, turut mendampingi pendaftaran Paslon Y2, di KPU Bolmong. Pasangan ini diusung oleh PDIP, PKB, PKS Nasdem dan PAN.

Dilain pihak, Wasekjen DPP PAN Deddy Dolot, dan Ketua DPW PAN Sehan S Landjar, bersama pengurus DPD se Sulut, turut mendampingi Paslon SBM-JiTU, saat mendaftar di KPU Bolmong.

Statemen berbedapun dilontarkan, Wasekjen DPP PAN Deddy Dolot, kepada sejumlah wartawan, mengatakan baik itu Yasti Mokoagow maupun Salihi Mokodongan, keduanya adalah kader sejati PAN. Meski demikian kata Dedol, DPP mempersilahkan semua kader PAN, memilih diantara dua calon yang ada.

“Soal ada di pihak mana, yang pasti tidak akan ada sanksi. Sebab yang bertarung dalam Pilkda sebagai calon Bolmong adalah kader PAN,” kata Deddy Dolot.

Sedikit berbeda dengan pernyataan Sekretaris DPW PAN Sulut, Felmi Peleng, menurutnya kertas SK boleh ditangan Yasti, tapi dukungan kader ke SBM-JiTU, “Kertasnya saja berada kepada Y2, tapi dukungan kader ke SBM-JiTu,” tutur Peleng.

Sementara Waketum berpendapat lain dia mengatakan keputusan yang dikeluarkan oleh DPP PAN harus dijalankan dan dihormati.

“Ini keputusan yang dikeluarkan DPP untuk memberikan SK kepada pasangan Y2, jadi apa yang telah diambil DPP harus dijalankan dan dihormati oleh kader,” ungkap Bara.

Pepatah mengatakan, “Dalam percaturan politik, tidak ada musuh abadi ataupun teman abadi, yang ada hanyalah kepentingan”. Penggalan pepatah ini seakan mencerminkan kepada kedua paslon SBM dan YSM. Sebab, keduanya punya sejarah dan terlahir dari partai yang sama, mereka dibesarkan oleh partai PAN, Namun akhirnya mereka harus berhadap-hadapan merebut kursi panas di Pilkada Bolmong. (Wandy Rotu)

Category: Bolmong, Opini, Politik
Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Pilkada Bolmong, ‘Tak Ada Musuh yg Abadi’"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.